breadcrumb
breadcrumb
menu
Menu Cepat
Artikel Kampus
Informasi & berita terbaru
Anak Ilmu Komunikasi Harus Jago Ngomong? Ternyata Tidak Sesederhana Itu!
Kuliah Ilmu Komunikasi tidak hanya belajar public speaking. Kenali materi, skill, minat, prospek kerja, hingga pilihan kuliah sambil kerja di UMT Kedoya.
Ketika mendengar Ilmu Komunikasi, banyak orang langsung membayangkan mahasiswa yang pandai berbicara, aktif berdiskusi, atau percaya diri tampil di depan banyak orang. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, tetapi Ilmu Komunikasi tidak hanya mempelajari cara berbicara.
Di jurusan ini, mahasiswa belajar bagaimana pesan dibuat, disampaikan, diterima, dan digunakan untuk tujuan tertentu. Karena itu, bidang yang dipelajari juga cukup beragam.
Apa yang Dipelajari di Jurusan Ilmu Komunikasi?
Mahasiswa dapat mempelajari komunikasi interpersonal, komunikasi massa, jurnalistik, public relations, periklanan, komunikasi digital, riset komunikasi, hingga produksi media.
Materinya tidak hanya berisi teori. Dalam beberapa tugas, mahasiswa bisa diminta melakukan wawancara, membuat video, menulis berita, menyusun naskah kampanye, melakukan riset, atau membuat konten untuk media tertentu.
Dari sini terlihat bahwa Ilmu Komunikasi memiliki hubungan yang cukup dekat dengan media, dunia industri, informasi, teknologi, dan aktivitas komunikasi sehari-hari.
Baca juga: Rekomendasi Kampus Ilmu Komunikasi di Jakarta Barat: Dari Membuat Pesan ke Menyusun Strategi
Haruskah Mahasiswa Ilmu Komunikasi Pandai Berbicara?
Kemampuan berbicara memang akan dilatih, tetapi bukan satu-satunya kemampuan yang dibutuhkan. Mahasiswa juga perlu belajar menyampaikan gagasan secara tertulis, melakukan wawancara, mendengarkan, menyusun informasi, dan bekerja sama dalam tim. Jadi, seseorang yang tidak terlalu banyak bicara tetap dapat mempelajari Ilmu Komunikasi.
Bahkan, proses kuliah bisa menjadi tempat untuk melatih kemampuan yang sebelumnya masih kurang. Tidak harus langsung pandai public speaking.
Mengapa Tugas Kuliah Bisa Jadi Bekal?
Tugas-tugas yang terlihat sederhana ternyata bisa menjadi latihan untuk pekerjaan tertentu. Membuat video dapat melatih proses produksi. Menulis berita melatih kemampuan mencari dan menyusun informasi. Mengelola media sosial organisasi dapat menjadi pengalaman dalam membuat konten dan berkomunikasi dengan audiens.
Karena itu, jangan buru-buru menganggap tugas kuliah hanya sebagai sesuatu yang harus diselesaikan lalu dilupakan. Karya dan pengalaman tersebut bisa disimpan sebagai portofolio ketika mulai menjalani magang atau pekerjaan.
Baca juga: Rekomendasi Kampus Ilmu Komunikasi di Jakarta Barat: Cek Biaya untuk Mengembangkan Kemampuan Humas
Memahami Audiens Juga Bagian dari Ilmu Komunikasi
Pesan yang sama tidak selalu bisa disampaikan dengan cara yang sama kepada semua orang. Informasi untuk mahasiswa baru, misalnya, tentu berbeda penyampaiannya dengan informasi untuk pelanggan sebuah perusahaan. Begitu juga konten Instagram, berita, iklan, dan presentasi memiliki karakter masing-masing.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi perlu memahami target audiensnya, apa tujuan pesannya, dan media apa yang digunakan. Kemampuan seperti ini banyak digunakan dalam pekerjaan komunikasi, media, pemasaran, maupun hubungan masyarakat.
Minat di Bidang Apa yang Cocok dengan Ilmu Komunikasi?
Kamu tidak harus menentukan semuanya sejak awal. Tetapi akan lebih mudah berkembang jika kamu mulai mengenali bidang yang paling menarik.
Kalau suka menulis, kamu bisa mendalami jurnalistik, content writing, atau copywriting. Kalau tertarik bertemu banyak orang, public relations, event, atau broadcasting bisa menjadi pilihan. Sementara yang menyukai visual dan dunia digital dapat mengeksplorasi produksi media, content creation, atau social media.
Ada juga yang lebih tertarik pada strategi komunikasi, seperti branding, advertising, dan komunikasi pemasaran.
Lulusan Ilmu Komunikasi Bisa Kerja Jadi Apa?
Pilihan kariernya cukup beragam, tergantung kemampuan dan pengalaman yang dibangun selama kuliah. Beberapa di antaranya adalah Public Relations, Corporate Communication, Social Media Specialist, Content Creator, Copywriter, Digital Marketing, Jurnalis, Reporter, Broadcaster, Account Executive, dan Event Specialist.
Karena itu, mahasiswa sebaiknya tidak hanya mengejar nilai. Mengikuti organisasi, membuat karya, mencoba magang, atau mengerjakan proyek pribadi juga dapat membantu membangun pengalaman sebelum masuk dunia kerja.
Baca juga: Perkiraan Biaya Hidup Mahasiswa di Jakarta Barat untuk Pekerja Produksi
Kuliah Ilmu Komunikasi Bisa Dijalani Sambil Bekerja
Sekarang, kuliah Ilmu Komunikasi juga bisa dijalani melalui Program Perkuliahan Karyawan (P2K). Di Universitas Mpu Tantular Kedoya (UMT Kedoya), pilihan ini dapat menjadi alternatif bagi kamu yang sudah bekerja tetapi tetap ingin melanjutkan pendidikan dengan jadwal perkuliahan yang lebih menyesuaikan aktivitas kerja.
UMT berdiri sejak 17 September 1984, sementara Kampus Kedoya berada di Jalan Puri Kembangan No. 2, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dengan tagline “Membangun Generasi Pemimpin Masa Depan”, UMT Kedoya membawa semangat untuk mempersiapkan mahasiswa dengan kompetensi profesional, karakter, jiwa wirausaha, dan kesiapan menghadapi perkembangan dunia kerja.
Temukan Pilihan Kuliah S1 Ilmu Komunikasi di UMT Kedoya
Kamu bisa mencari informasi mengenai Program Perkuliahan Karyawan (P2K) Universitas Mpu Tantular Kedoya melalui kelaskaryawan.id dan kedoya.mputantular.id. Ikuti juga Instagram Kelas Karyawan UMT dan Channel WhatsApp Komunitas Kuliah untuk mendapatkan informasi terbaru seputar program dan kegiatan perkuliahan.
Sudah siap mengembangkan kemampuan di bidang komunikasi sambil tetap bekerja? Daftar kuliah secara online dan mulai langkahmu bersama S1 Ilmu Komunikasi Universitas Mpu Tantular Kedoya. Karena Perubahan Dimulai dari #BeraniKuliah.
Hubungi layanan kami
Pusat Bantuan Kampus
Kampus UMT KEDOYA • Jl. Puri Kembangan No.2 Kedoya Kebon Jeruk Jakarta Barat.
Tagged (Tags) :
© 2026 Universitas Mpu Tantular Kedoya. All rights reserved.
UMT KEDOYA